Kamis, 20 Mei 2010

Explain the Logic Function in Excel

1. LOGIC DEFINITION

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.

Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur

Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.


2. FUNGSI LOGIKA IF
Anda yang terbiasa dengan Ms. Excel tentu tidak asing dengan fungsi if yang dimiliki oleh Ms. Excel. Fungsi if yang memiliki tiga parameter yaitu boolean expression, expression if true dan expression if false ini hanya bisa sampai delapan tingkat. Jika Anda menggunakan secara sekuensial tentu hanya bisa mendapatkan sembilan pilihan, lebih dari itu Ms. Excel tidak sanggup.
Dalam kenyataan kadang kita membutuhkan pilihan lebih dari sembilan, dan itu membuat kita kesulitan dalam menggunakan Ms. Excel. Sebenarnya kita bisa menggunakan sedikit cara berbeda dalam memanfaatkan fungsi if ini. Batasan yang tidak mampu dilakukan excel bukan jumlah pilihannya, akan tetapi tingkatannya.
Di dalam Ms. Excel batasan tingkatan seperti yang saya sampaikan di atas hanya delapan tingkat. Oleh karena itu, sebisa mungkin banyak pilihan tersebut dibuat dengan delapan tingkat. Agar bisa delapan tingkat, hindari model sekuensial, akan tetapi buat struktur pohon untuk menyelesaikannya.
Salah satu kasus yang saya alami adalah membuat formula untuk mengubah dari nilai angka ke nilai huruf khusus di UIN. Di UIN nilai huruf dimulai dari A, A-, A/B, B+, B, B-, B/C, C+ hingga E. Coba saja Anda bayangkan akan ada berapa pilihan. Jika Anda menggunakan cara sekuensial di Ms. Excel tentu tidak akan pernah bisa.

if(A1>95,"A",if(A1>90,"A-",if(A1>85,"B+",if(A1>80,"B",if(A1>75,"B-",if(A1>70,"B/C","C+"))))
Anda bisa membayangkan seberapa panjang rumusan yang ditulis dengan cara di atas dan saya yakin tidak akan pernah sanggup Ms. Excel mengatasinya.
Solusinya dengan struktur pohon, Anda ambil titik tengahnya sebagai pembanding. Kemudian pembanding untuk yang benar, Anda ambil titik tengahnya lagi dari hingga titik terakhir demikian juga untuk kasus yang salah Anda ambil titik tengahnya. Hal ini membuat tingkatan penggunaan fungsi if tidak mencapai angka delapan. Mungkin hanya sampai tiga tingkat saja dari 14 pilihan bisa dibuat.
Untuk lebih jelasnya coba Anda perhatikan fungsi if di bawah ini. Anda bandingkan dengan fungsi di bawahnya. Yang pertama dan yang kedua memiliki hasil yang sama, akan tetapi tingkatannya berbeda. Yang ke dua hingga empat tingkat sementara yang pertama hanya tiga tingkat.
if(A1>50, if(A1>75,"A","B"), if(A1>25, "C",if(A1>5,"D","E"))).
if(A1>75, "A", if(A1>50, "B", if(A1>25, "C", if(A1>5, "D", "E"))))

Contoh Kasus :
Peserta ujian dinyatakan lulus jika nilai rata-rata harus di atas 60, jika tidak maka dinyatakan tidak lulus. Perhatikan tabel di bawah ini :

3. FUNGSI LOGIKA AND
Fungsi : Menghasilkan nilai TRUE jika semua argumen yang diuji bernilai benar dan FALSE jika ada satu atau lebih argumen yang bernilai salah.
Bentuk Penulisan Fungsi : =AND(X1,X2,X3,...)
Contoh Kasus :
Peserta ujian dinyatakan lulus jika nilai ujian teori dan praktik masing-masing harus di atas 7, jika
tidak maka dinyatakan gagal. Perhatikan tabel di bawah ini :

4. FUNGSI LOGIKA MULTI IF
Fungsi : Untuk menguji kebenaran suatu kondisi.
Bentuk Penulisan Fungsi : =IF(X,Y,Z)
Contoh Kasus :
Pada kolom NILAI HURUF berlaku ketentuan sbb:
• Jika nilai rata-rata kurang dari 60 maka akan mendapatkan nilai huruf D
• Jika nilai rata-rata antara diatas 60 sampai dengan 80 maka akan mendapatkan nilai huruf C
• Jika nilai rata-rata antara diatas 80 sampai dengan 90 maka akan mendapatkan nilai huruf B
• Jika nilai rata-rata diatas dari 90 maka akan mendapatkan nilai huruf A
Sedangkan untuk kolom HASIL peserta yang dinyatakan LULUS jika nilai rata-ratanya lebih besar dari
60 dan TIDAK LULUS jika nilai rata-ratanya kurang dari 60.
Perhatikan tabel di bawah ini :


5. FUNGSI LOGIKA NOT
Fungsi : Menghasilkan TRUE jika kondisi yang diuji salah dan menghasilkan FALSE jika kondisi yang
diuji benar.
Bentuk Penulisan Fungsi : =NOT()
Contoh :
Perhatikan tabel di bawah ini

5. FUNGSI LOGIKA OR
Fungsi : Menghasilkan TRUE jika beberapa argumen bernilai benar dan FALSE jika argumen bernilai salah
Bentuk Penulisan : =OR(X1,X2,X3,...)
Contoh Kasus :
Jika pada kolom NILAI-1 dan NILAI-2 lebih besar dari 60 maka pada kolom HASIL akan dinyatakan
LULUS, tetapi jika salah satu nilainya kurang dari 60 maka pada kolom HASIL akan dinyatakan HER.
Perhatikan tabel di bawah ini :

***Terima Kasih***

Selasa, 01 Desember 2009

Buat loe yang suka dengan alat musik ini, sebelum loe maenin atau menikmati suara alat musik ini, gak ada salahnya dong tau sejarah alat musik yang elo mainin dan yang digemari oleh banyak orang ini. Hehehe… sebagai bahan bacaan dan tentunya nambah pengetahuan loe aja sih. Semoga berguna.

Asal mula kata piano sebenarnya adalah pianoforte, yang berasal dari bahasa Italia. Piano dibuat oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Awal mula piano diciptakan, suaranya tidak sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an. Pasalnya, tegangan tuts piano kala itu tidaklah sekuat piano yang sekarang.
Kini, piano pertama tersebut dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York. Seperti pada banyak penemuan yang lainnya, piano ditemukan berdasarkan penemuan teknologi. Asal muasalnya, piano dikembangkan dari alat musik kecapi. Perbedaannya, kecapi dimainkan dengan dipetik. Sedangkan piano ditekan tuts-tutsnya.

Secara umum, piano termasuk ke dalam kelompok musik instrumental. Piano memproduksi suara dari getaran papan suara yang volumenya dapat diperkuat (dapat diatur besar kecilnya).

Secara luas, piano di dalam musik dapat menjadi performa pada nyanyian tunggal dan sebagai pengantar nyanyian solo. Dalam artian, piano dapat hidup dan mengiringi penyanyi tanpa bantuan atau iringan alat musik lain. Suara yang dihasilkan piano sudah dapat mewakili alat musik lainnya. Meskipun demikian, piano akan lebih berarti lagi didengar dengan bantuan alat musik lain. Yang perlu ditekankan di sini, piano dapat mengalun indah tanpa bantuan alat musik lain. Tidak sama halnya dengan alat musik lain, yang kurang enak didengar tanpa dilengkapi piano. Banyak musik-musik instrumen yang bersinar karena andil dari piano.

Perkembangan Piano

Pada akhir periode 1790 sampai 1860, piano era Mozart mengalami perubahan yang hebat, dimana instrumen modern semakin terlihat memimpin. Pada revolusinya, piano banyak mendapat dukungan dari komposer dan pianis-pianis terkenal yang mengiringi perkembangannya. Sehingga piano dalam musik semakin memiliki power yang tinggi. Teknologi dalam pembuatan piano pun semakin menggunakan alat-alat berteknologi tinggi.

Dalam beberapa waktu, gaya suara piano meningkat. Dari 5 oktav menjadi 7 1/3 (atau bahkan lebih) oktav, ini menandakan piano semakin modern. Kemajuan teknologi ini banyak bersumber dari perusahaan di Inggris, Broadwood. Selama bertahun-tahun, instrumen buatan Broadwood mengalami perkembangan menjadi lebih banyak jenisnya, lebih baik suaranya, juga dikemas secara baik dan rapi.

Perusahaan Broadwood mengirim piano mereka kepada Hadyn dan Beethoven. Cakupan kemampuan piano yang mereka kirim itu lebih dari lima oktaf. pada tahun 1790an, tahun 1810 menyusul menjadi enam oktav, sampai pada tahun 1820 akhirnya menjadi tujuh oktav. Sampai-sampai banyak perusahaan pembuat piano mengikuti trend ini.

Bercerita tentang piano sama halnya seperti menceritakan seorang superstar. Seperti layaknya seorang superstar, piano yang terkenal itu juga banyak dikagumi berbagai kalangan. Piano bisa masuk dalam industri musik dan perfilman, yang dengan mudahnya dilihat dan didengar siapa saja.

Sejak tahun 1830-an, konser piano selalu di idolakan banyak penggemar musik. Setiap para pianis terkenal menggelar konsernya, kerap kali dipadati oleh para penggemar. Mereka selalu berbondong-bondong mengantri tiket konser piano seperti semut. Karena bagaimanapun juga, piano bisa masuk ke hampir seluruh musik terkenal.

Contoh pada ke-27 konser piano yang digelar Mozart. Konser ini benar-benar merupakan konser musik instrumental yang tanpa bantuan iringan penyanyi ternyata tetap dapat lebih dinikmati. Inilah kehebatan yang dimiliki alat musik piano. Permainan pada konser piano bisa terlaksana dengan baik secara solo (sendirian), duo (berdua), trio (bertiga), maupun kuartet (berempat). Hal ini telah dibuktikan sejak lama oleh para pianis terkenal seperti Mozart, Hadyn, Beethoven, Schubert, Schumann, Mendelssohn dan Brahms.

Salah satu peran piano dalam industri perfilman adalah sebagai alat musik yang mengiringi jalannya film tersebut. Dapatkah loe membayangkan jika film yang loe tonton tidak didukung oleh latar belakang musik? Piano sangat lekat dengan alur-alur cerita dalam film. Jika pada film itu ceritanya sedih, diputarkanlah alunan musik piano yang lagunya sedih atau melow, sedangkan jika film itu seru (misalnya film aksi), maka diputarkanlah musik yang membuat adrenalin naik. Kesemua ini senantiasa diperankan oleh piano.[qjuo.com]

Piano


Piano
Boesendorfer grand piano

Boesendorfer grand piano

Alat musik papan kunci
Klasifikasi Hornbostel-Sachs 314.122-4-8
(Simple chordophone with keyboard sounded by hammers)
Pencipta Bartolomeo Cristofori
Dikembangkan Awal Abad ke-18
Rentangan permainan
Range of piano.JPG

Piano adalah alat musik yang dimainkan dengan jari-jemari tangan. Pemain piano disebut pianis.

Pada saat awal-awal diciptakan, suara piano tidak sekeras piano abad XX-an, seperti piano yang dibuat oleh Bartolomeo Cristofori (16551731) buatan 1720. Pasalnya, tegangan senar piano kala itu tidak sekuat sekarang. Kini piano itu dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York.

Meskipun siapa penemu pertama piano, yang awalnya dijuluki gravecembalo col piano e forte (harpsichord dengan papan tuts lembut dan bersuara keras), masih menjadi perdebatan, banyak orang mengakui, Bartolomeo Cristofori sebagai penciptanya. Piano juga bukan alat musik pertama yang menggunakan papan tuts dan bekerja dengan dipukul. Alat musik berprinsip kerja mirip piano telah ada sejak 1440.

Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine - kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici - inilah piano modern berakar.

Pada pertengahan abad XVII piano dibuat dengan beberapa bentuk. Awalnya, ada yang dibuat mirip desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya menjadi sejajar lantai. Lalu, dengan munculnya tuntutan instrumen musik lebih ringan, tidak mahal, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Sampai 1860 piano persegi ini mendominasi penggunaan piano di rumah.

Rangka untuk senar piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya, ketika pada abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, suara piano tadi kurang memadai. Maka, mulailah dibuat piano dengan rangka besi. Sekitar tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan rangka logam seluruhnya. Piano hasil inovasinya mampu menahan tegangan senar sangat kuat, sehingga suara yang dihasilkan pun lebih keras. Sekitar 1820, banyak pembuat menggunakan potongan logam untuk bagian piano lainnya. Pada 1822, Erard bersaudara mematenkan double escapement action, yang merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan dengan cara kerja piano.

Dalam perkembangannya, sebelum memiliki 88 tuts seperti sekarang, piano memiliki lima oktaf dan 62 tuts. Ia juga dilengkapi dengan pedal. Semula pedal itu digerakkan dengan lutut. Namun, kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang.

Sejumlah pengembangan berlanjut pada abad XIX dan XX. Tegangan senar, yangg semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan Frederic Chopin, Ludwig van Beethoven, dan bahkan Franz Liszt.


Sebuah perkembangan nyata di abad XX (berawal di tahun 1930-an) adalah kehadiran piano elektronik (atau piano listrik), yang didasarkan pada teknologi elektroakustik atau metode digital. Nada suaranya terdengar melalui sebuah amplifier dan loudspeaker.

Dari sisi mutu suara, piano elektronik nyaris tak ada bedanya dengan piano biasa. Perbedaan terletak pada berbagai fitur yang melengkapinya. Fitur itu tentu tidak ada sama sekali dalam piano biasa. Misalnya, bisa dihubungkan dengan perangkat MIDI, komputer, alat rekam; memiliki pengatur volume, tusuk kontak untuk pendengar kepala; dan sebagainya.