Explain the Logic Function in Excel
1. LOGIC DEFINITION
Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
2. FUNGSI LOGIKA IF
Anda yang terbiasa dengan Ms. Excel tentu tidak asing dengan fungsi if yang dimiliki oleh Ms. Excel. Fungsi if yang memiliki tiga parameter yaitu boolean expression, expression if true dan expression if false ini hanya bisa sampai delapan tingkat. Jika Anda menggunakan secara sekuensial tentu hanya bisa mendapatkan sembilan pilihan, lebih dari itu Ms. Excel tidak sanggup.
Dalam kenyataan kadang kita membutuhkan pilihan lebih dari sembilan, dan itu membuat kita kesulitan dalam menggunakan Ms. Excel. Sebenarnya kita bisa menggunakan sedikit cara berbeda dalam memanfaatkan fungsi if ini. Batasan yang tidak mampu dilakukan excel bukan jumlah pilihannya, akan tetapi tingkatannya.
Di dalam Ms. Excel batasan tingkatan seperti yang saya sampaikan di atas hanya delapan tingkat. Oleh karena itu, sebisa mungkin banyak pilihan tersebut dibuat dengan delapan tingkat. Agar bisa delapan tingkat, hindari model sekuensial, akan tetapi buat struktur pohon untuk menyelesaikannya.
Salah satu kasus yang saya alami adalah membuat formula untuk mengubah dari nilai angka ke nilai huruf khusus di UIN. Di UIN nilai huruf dimulai dari A, A-, A/B, B+, B, B-, B/C, C+ hingga E. Coba saja Anda bayangkan akan ada berapa pilihan. Jika Anda menggunakan cara sekuensial di Ms. Excel tentu tidak akan pernah bisa.
if(A1>95,"A",if(A1>90,"A-",if(A1>85,"B+",if(A1>80,"B",if(A1>75,"B-",if(A1>70,"B/C","C+"))))
Anda bisa membayangkan seberapa panjang rumusan yang ditulis dengan cara di atas dan saya yakin tidak akan pernah sanggup Ms. Excel mengatasinya.
Solusinya dengan struktur pohon, Anda ambil titik tengahnya sebagai pembanding. Kemudian pembanding untuk yang benar, Anda ambil titik tengahnya lagi dari hingga titik terakhir demikian juga untuk kasus yang salah Anda ambil titik tengahnya. Hal ini membuat tingkatan penggunaan fungsi if tidak mencapai angka delapan. Mungkin hanya sampai tiga tingkat saja dari 14 pilihan bisa dibuat.
Untuk lebih jelasnya coba Anda perhatikan fungsi if di bawah ini. Anda bandingkan dengan fungsi di bawahnya. Yang pertama dan yang kedua memiliki hasil yang sama, akan tetapi tingkatannya berbeda. Yang ke dua hingga empat tingkat sementara yang pertama hanya tiga tingkat.
if(A1>50, if(A1>75,"A","B"), if(A1>25, "C",if(A1>5,"D","E"))).
if(A1>75, "A", if(A1>50, "B", if(A1>25, "C", if(A1>5, "D", "E"))))
Contoh Kasus :
Peserta ujian dinyatakan lulus jika nilai rata-rata harus di atas 60, jika tidak maka dinyatakan tidak lulus. Perhatikan tabel di bawah ini :
3. FUNGSI LOGIKA AND
Fungsi : Menghasilkan nilai TRUE jika semua argumen yang diuji bernilai benar dan FALSE jika ada satu atau lebih argumen yang bernilai salah.
Bentuk Penulisan Fungsi : =AND(X1,X2,X3,...)
Contoh Kasus :
Peserta ujian dinyatakan lulus jika nilai ujian teori dan praktik masing-masing harus di atas 7, jika
tidak maka dinyatakan gagal. Perhatikan tabel di bawah ini :
4. FUNGSI LOGIKA MULTI IF
Fungsi : Untuk menguji kebenaran suatu kondisi.
Bentuk Penulisan Fungsi : =IF(X,Y,Z)
Contoh Kasus :
Pada kolom NILAI HURUF berlaku ketentuan sbb:
• Jika nilai rata-rata kurang dari 60 maka akan mendapatkan nilai huruf D
• Jika nilai rata-rata antara diatas 60 sampai dengan 80 maka akan mendapatkan nilai huruf C
• Jika nilai rata-rata antara diatas 80 sampai dengan 90 maka akan mendapatkan nilai huruf B
• Jika nilai rata-rata diatas dari 90 maka akan mendapatkan nilai huruf A
Sedangkan untuk kolom HASIL peserta yang dinyatakan LULUS jika nilai rata-ratanya lebih besar dari
60 dan TIDAK LULUS jika nilai rata-ratanya kurang dari 60.
Perhatikan tabel di bawah ini :
5. FUNGSI LOGIKA NOT
Fungsi : Menghasilkan TRUE jika kondisi yang diuji salah dan menghasilkan FALSE jika kondisi yang
diuji benar.
Bentuk Penulisan Fungsi : =NOT()
Contoh :
Perhatikan tabel di bawah ini
5. FUNGSI LOGIKA OR
Fungsi : Menghasilkan TRUE jika beberapa argumen bernilai benar dan FALSE jika argumen bernilai salah
Bentuk Penulisan : =OR(X1,X2,X3,...)
Contoh Kasus :
Jika pada kolom NILAI-1 dan NILAI-2 lebih besar dari 60 maka pada kolom HASIL akan dinyatakan
LULUS, tetapi jika salah satu nilainya kurang dari 60 maka pada kolom HASIL akan dinyatakan HER.
Perhatikan tabel di bawah ini :
***Terima Kasih***

